Perawatan Kecantikan yang Wajib Dihindari saat Pandemi Virus Corona

Tidak ada salahnya jika Anda ingin tetap melakukan perawatan kecantikan selama pandemi virus corona. Selain bisa bikin penampilan lebih enak dipandang, hal tersebut juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan menurunkan kadar stres..

Hal serupa juga diungkapkan oleh dr. Nabila Viera Yovita. Menurutnya, memakai make up memang memiliki beberapa efek positif ke penggunanya. Hal tersebut berlaku saat menggunakan riasan untuk keluar rumah atau saat work from home (WFH).

“Apa pun pilihannya, lakukan perawatan kecantikan yang membuat Anda tetap produktif dan senang sehingga dapat mengurangi dampak stres yang timbul akibat berada dalam situasi dan kondisi yang tidak biasa ini,” kata dr. Nabila.

Lantas, bagaimana dengan perawatan kecantikan lainnya? Semisal, perawatan tubuh ke salon, dokter kulit, dan sejenisnya? Hal ini ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi jika Anda tak ingin tertular COVID-19.


Pandemi COVID-19 Sebabkan Beauty Routines Berubah

Pandemi virus corona menuntut semua orang untuk beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Oleh karena itu, aktivitas terkait kecantikan dapat pula mengalami perubahan.

Contoh, orang yang sering ke salon untuk perawatan kecantikan, seperti manicurepedicure, spa, potong rambut, dan sebagainya harus berpikir berkali-kali sebelum melakukannya.

Seperti diketahui, beberapa kota besar di Indonesia menerapkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini tentunya akan membatasi ruang gerak Anda, termasuk saat harus melakukan perawatan kecantikan selama pandemi virus corona.

“Kalau memang salonnya buka, pastikan memang menerapkan protokol kesehatan yang baik di masa pandemi ini. Sehingga, pelanggan dan pemberi jasa sama-sama aman,” jelas dr. Nabila.

Selain itu, ada juga alternatif lain, semisal memanggil penyedia jasa kecantikan untuk datang ke rumah. Dengan catatan, penyedia jasa tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Ini bertujuan agar Anda terhindar dari kerumunan, sehingga risiko penularan COVID-19 dapat lebih diminimalkan.


Perawatan Kecantikan yang Harus Dihindari Selama Pandemi

Terdapat kebiasaan-kebiasaan terkait perawatan kecantikan yang wajib dihindari supaya tetap aman dari intaian virus corona. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

  • Mencoba Kosmetik di Toko

Membeli make up secara langsung di toko bisa jadi hal yang menyenangkan bagi sebagian wanita. Sebab, memastikan secara langsung kecocokan dan kualitas dari produk tersebut bisa memberikan kepuasan tersendiri.

Akan tetapi, di masa pandemi yang belum juga berakhir, sebaiknya kebiasaan tersebut harus dihindari terlebih dahulu.

“Dihindari dulu, karena untuk tester kita tidak tahu apakah sempat digunakan oleh orang tanpa gejala (OTG) atau tidak ,” ungkap dr. Nabila.

  • Pinjam-meminjam Alat Make up

Pinjam-meminjam alat kosmetik lazim dilakukan oleh mereka yang tinggal bersama. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk berhemat atau alternatif darurat, karena make up yang dimiliki sudah habis sedangkan belum sempat membeli.

Meski memiliki berbagai manfaat, kebiasaan tersebut harus dihindari selama pandemi virus corona. Lebih baik berjaga-jaga untuk mengamankan stok peralatan make up sendiri.

Perlu Anda ingat, klaster keluarga saat ini jumlahnya kian meningkat. Ihwal penularannya pun belum cukup terang. Jadi, sebaiknya Anda terus waspada.

“Kurangi risiko terpapar virus corona dengan tidak menggunakan barang yang berpotensi telah digunakan oleh orang lain,” tutur dr. Nabila.

  • Malas Membersihkan Make up

Merujuk pada protokol kesehatan yang berlaku, setiap orang wajib membersihkan diri setelah beraktivitas di luar rumah. Hal tersebut tentunya juga berlaku untuk make up yang Anda kenakan pada saat itu.

“Sama seperti sebelum pandemi, setelah pergi keluar kita harus membersihkan make up, kemudian mandi untuk membersihkan diri dari virus atau bakteri yang mungkin menempel saat pergi keluar rumah,” papar dr. Nabila.

“Apabila menggunakan make up di rumah, seharusnya tidak jadi sebuah alasan bahwa kita lupa membersihkannya. Lakukan rutinitas pembersihan wajah seperti biasanya,” imbuhnya.

  • Menggunakan Make up Tebal

Setiap orang memiliki selera gaya riasan masing-masing. Ada yang cukup sederhana, ada pula yang cukup mencolok atau tebal.

Lalu, apakah ada gaya riasan tertentu yang sebaiknya dihindari di masa pandemi virus corona? Sebetulnya, keduanya sah-sah saja, asal tahu bagaimana risikonya.

“Penggunaan riasan wajah berlebihan (tebal) berisiko memicu munculnya banyak keringat saat menggunakan masker, karena sirkulasi di sekitar wajah benar-benar terbatas,” ujar dr. Nabila.

“Dengan masker yang menempel lama, akan lebih mudah terbentuk jerawat. Oleh karena itu, harus tetap membersihkan wajah secara menyeluruh saat sudah di rumah,” pungkasnya.

Tidak ada yang salah dengan melakukan perawatan kecantikan selama pandemi virus corona. Namun, Anda tetap harus waspada dan mematuhi setiap protokol kesehatan yang berlaku agar risiko tertular COVID-19 dapat diminimalkan.