Ketahui Fakta Terbaru Tentang Vaksin Covid-19 di Indonesia

Semakin hari, angka positif kasus Covid-19 di Indonesia bukan makin turun, justru semakin bertambah. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar angka kasus positif bisa menurun dan berkurang, seperti menggalakkan protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, serta memberlakukan PSBB.

Sayangnya, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah inilah yang menjadikan angka positif kasus virus corona di Indonesia masih tetap tinggi. Sekarang, pemerintah hanya berharap pada vaksin corona sebagai cara terbaik untuk mengurangi tingginya angka kasus Covid-19 di Tanah Air. Lalu, bagaimana kabar terbaru perkembangan vaksin Covid-19 ini?

Fakta Terbaru Vaksin Covid-19 di Indonesia

Kabar terbaru menunjukkan bahwa vaksin corona akan tersedia di Indonesia sekitar bulan November ini. Informasi tersebut didasarkan dari pemerintah yang katanya telah melakukan finalisasi pembelian vaksin dari tiga produsen asal luar negeri, yaitu Sinovac, Cansino, dan G42/Sinopharm.

Vaksin yang dibuat oleh perusahaan Sinovac Biotech diberi nama CoronaVac. Vaksin ini berisi oleh virus corona yang sebelumnya telah dilemahkan atau inaktivasi. Sama halnya dengan Sinovac, vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Sinopharm juga berisi dengan virus corona yang telah inaktiv atau dilemahkan.

Sementara itu, vaksin yang dibuat oleh perusahaan Cansino Bilogics diberi nama Ad5-nCoV yang merupakan vaksin rekombinan dengan basis adenovirus Ad5. dasar dari vaksin rekombinan bukan dari virus secara utuh, melainkan bagian atau sepotong protein. Inilah yang membedakan vaksin dari perusahaan Cansino dengan Sinovac maupun Sinopharm.

Emergency Use Authorization atau EUA adalah izin untuk menggunakan metode maupun produk medis tertentu guna mendeteksi, mencegah, dan mengobati penyakit pada kondisi darurat. Jadi, EUA adalah alat yang sangat penting bagi dokter maupun pejabat kesehatan masyarakat yang terlibat dalam kondisi tanggap darurat seperti pandemi saat ini.

Nah, ketiga vaksin dari Sinovac, Sinopharm, dan Cansino telah mendapat izin EUA dari China, tetapi masih menunggu perizinan serupa dari negara-negara lainnya. Ketiganya pun telah melakukan uji klinis tahap tiga di berbagai negara di seluruh dunia.

Dosis yang Digunakan

Pemerintah menyatakan, vaksin produksi Sinovac siap untuk membuat sebanyak 100 ribu dosis tunggal pada November mendatang. Sisanya, sebanyak 15 hingga 20 juta dosis akan dibuat untuk tahun 2021. sementara itu, Cansino menyanggupi untuk menyediakan 15 juta doksin vasis ganda atau dobel tahun ini, dengan 5 juta dosis akan datang pada bulan November.

Lain halnya dengan Sinovac, yang menyanggupi suplai sebanyak 3 juta dosis hingga penghujung tahun 2020. Pengiriman 1,5 juta dosis vial tunggal akan dilakukan minggu pertama November, dan sisanya pada minggu pertama Desember. Sinovac akan menambahkan sebanyak 15 juta dosis dalam bentuk bulk.

Sementara untuk tahun 2021, Sinopharm menyanggupi suplai sebanyak 50 juta vaksin dosis ganda, dengan Cansino sebanyak 20 juta vaksin dosis tunggal, dan Sinovac menyuplai sebanyak 125 juta vaksin covid-19 dosis ganda.

Penerima Vaksin Corona di Indonesia

Pemerintah melalui Menko Airlangga Hartanto mengumumkan, sebanyak 160 juta orang akan menjadi sasaran penerima vaksin corona di Indonesia. Hal ini berdasar pada sasaran penerima prioritas sebagaimana sesuai dengan Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi.