5 Bahasa Kuno yang Masih Belum Terpecahkan

Keberadaan bahasa kuno yang telah banyak ditemukan telah banyak mengusik para Ilmuwan untuk mengetahui arti yang terkandung dalam bahasa itu sendiri. Ada diantaranya yang terpercahkan, namun tak sedikit juga yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Ilmuwan masih kebingungan dan belum bisa memecahkan bahasa kuno tersebut lantaran bahasa yang digunakan masih menggunakan simbol yang sangat sukar untuk diterjemahkan.

Berikut kita akan mengulas 5 Bahasa Kuno yang Masih Belum Terpecahkan. Apa saja? berikut ulasannya.

1. Proto-Elamite

Proto-Elamite  sebuah bahasa yang digunakan di Iran sekitar 5.000 tahun yang lalu. Bahasa ini masih menjadi teka-teki yang masih membingungkan para Ilmuwan dan arkeolog.

Bahasa ini disinyalir menjadi salah satu sistem penulisan paling awal yang digunakan manusia. Namun tetap masih belum ada yang bisa meterjemahkannya.

Tidak jelas apakah naskah Proto-Elamite adalah pendahulu langsung Linear Elamite. Kedua naskah tetap sebagian besar tidak terbaca sampai saat ini, dan para ilmuwan hanya bisa berspekulasi untuk hubungan antara keduanya.

2. Bahasa Meroitic 

Meroitic adalah aksara yang digunakan untuk menulis bahasa Meroitik di Kerajaan Meroë, Sudan. Aksara ini dikembangkan pada periode Napatan (sekitar 700-300 SM) dan muncul pertama kali pada abad ke-2 SM.
Diketahui aksara ini juga pernah digunakan untuk menulis bahasa Nubia yang dituturkan di Kerajaan Nubia. Penggunaannya dijelaskan oleh sejarawan Yunani Diodorus Siculus (c. 50 SM). Walaupun aksara Meroitik dilanjutkan penggunaanya di Kerajaan Nubia yang merupakan pengganti Kerajaan Meröe, aksara ini diganti dengan alfabet Koptik pada Kristenisasi Nubia pada abad ke-6 M.
Alfabet Koptik versi Nubia mempertahankan tiga huruf Meroitik. Aksara ini pertama kali diterjemahkan pada tahun 1909 oleh Francis Llewellyn Griffith, seorang ahli Mesir Kuno berkebangsaan Inggris, berdasarkan nama-nama Mesir Kuno yang dieja secara Meroitik. Namun, bahasa Meroitik belum diterjemahkan. Di tahun 2008 prasasti kerajaan yang komplet pertama kali ditemukan, yang mungkin bisa mendukung atau membantah hipotesa ini.
Prasasti terpanjang yang ditemukan berada di Museum of Fine Arts, Boston.
3. Bahasa Lembah Indus

Peradaban Lembah Indus atau kadang-kadang disebut juga dengan peradaban Harappan telah berkembang di tempat yang sekarang menjadi negara Pakistan, India, Afghanistan, dan Iran sekitar 4.000 tahun yang lalu. Peradaban ini telah mengalami penurunan selama periode perubahan iklim kuno.

Orang-orang yang tinggal di Mesopotamia memiliki hubungan perdagangan yang yang baik dengan masyarakat di lembah indus. Masyarakat disana menyebutnya  sebagai “Meluhhans”, menurut beberapa teks Mesopotamia yang ditemukan.

Sistem penulisan yang digunakan oleh masyarakat peradaban Lembah Indus sangat sulit dibaca karena bahasa yang digunakan menggunakan serangkaian tanda.  Hal ini sangat menyulitkan para ilmuwan yang ingin meneliti sejarah hubungan antara lembah indus dan pedagang Mesopotamia dengan lebih detail dan pasti.

4. Linear A 

Linear A adalah salah satu dari dua linear digunakan dalam naskah kuno Kreta (script ketiga Kreta hieroglif). Linear B diuraikan pada tahun 1952 oleh Michael Ventris dan digunakan untuk menulis Mycenaean Yunani.

Linear A masih jauh dari benar diuraikan tetapi sebagian dipahami dan dapat dibaca melalui nilai-nilai linear b.

Meskipun kedua script berbagi banyak simbol-simbol yang sama, menggunakan suku kata yang berhubungan dengan linear b dalam menghasilkan tulisan-tulisan linear a kata-kata yang tidak memiliki hubungan dengan bahasa yang diketahui.

Bahasa ini sering disebut sebagai Minoan atau Eteocretan, dan berkorespondensi dengan periode dalam sejarah Kreta sebelum serangkaian invasi oleh Mycenean Yunani sekitar 1450 SM. Hal ini diyakini bahwa mungkin ada beberapa hubungan antara linear a dan The Phaistos Disk.

5. Cypro-Minoan (CM) 

Cypro-Minaon adalah bahasa yang tidak diketahui dan belum terpecahkan hingga kini. Bahasa ini digunakan di pulau Siprus selama Zaman Perunggu akhir (sekitar 1550-1050 SM).

Istilah “Cypro-Minoan” diciptakan oleh Arthur Evans pada tahun 1909 berdasarkan kesamaan visualnya dengan Linear A di Minoan Crete, dimana CM dianggap diturunkan. Sekitar 250 objek, seperti bola tanah liat, silinder, dan tablet dan tribun yang berdiri sendiri, yang mengandung prasasti Cypro-Minoan, telah ditemukan. Penemuan telah dilakukan di berbagai lokasi di sekitar Siprus, dan juga di kota kuno Ugarit di pesisir Suriah.

Hal yang menjadi kesulitan para ilmuwan untuk menguraikan bahasa ini adalah banyak skrip yang tidak lengkap dan banyak teks yang terpisah, sehingga tidak diperoleh gambaran yang utuh untuk menerjemahkannya.